Nutrition Counselor

Healing Food

Posted by & filed under

“Edwin, apa makanan yang saya harus konsumsi untuk penyakit saya?”

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang paling sering diutarakan kepada saya selama saya berprofesi sebagai seorang Healthy Chef. Namun yang harus disadari adalah apabila anda ingin sembuh secara alami, maka sadarilah bahwa ada harga yang harus dibayar.

Akan tetapi kebanyakan artikel yang anda baca atau tips dari dokter hanya menyarankan anda untuk “menjauhi” atau “menghindari”, namun tidak memberikan tips apa yang “seharusnya” anda makan, benar bukan? Oleh karena itu sebelum saya memberikan tips makanan apa saja yang sebaiknya anda makan untuk berbagai macam penyakit, anda harus mengetahui dulu faktor kunci yang menyebabkan anda tetap saja sakit meskipun pilihan makanan dan tehnik memasak anda sudah benar.

Satu fakta yang mungkin anda sendiri bahkan tidak pernah terpikir adalah alat memasak. Pernahkah anda berpikir bahwa selama ini anda meracuni diri anda sendiri hanya karena salah memilih alat memasak? Mungkin tidak, namun berbagai alat memasak anti lengket, aluminium, kaca/porselen, bahkan besi sekalipun mengeluarkan zat beracun yang mengkontaminasi makanan anda, khususnya di saat anda memasak makanan dengan suhu tinggi.

Selama saya bekerja secara profesional di dapur hotel berbintang 5, saya bahkan menemukan peralatan ini tetap dipakai meskipun harga peralatan memasak ini tidak bisa dibilang murah. Seringkali hal ini masih terjadi karena dari standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) sekalipun tidak bisa meregulasi secara spesifik mengenai ketentuan Food Grade dari berbagai peralatan memasak yang dipakai. Selain karena terlalu banyaknya tipe produk yang harus dimonitor dengan standar tersebut, alasan lainnya adalah apabila menentukan standar yang baku berarti mengharuskan produsen memakai peralatan yang lebih mahal yang artinya kerugian dalam berusaha.

Sebagai contoh, panci anti lengket kebanyakan mengandung Polytetraflouroethylene (PTFE) dan pada suhu yang tinggi, PTFE tersebut bersifat beracun dan dapat menyebabkan pneumonia (pecahnya pembuluh darah) jika asapnya dihirup secara langsung dengan jangka waktu yang cukup lama. Belum lagi komponen C8 (perfluorooctanoic acids) yang merupakan unsur kimiawi yang terdapat pada produk tersebut yang dapat menyebabkan penurunan imunitas secara drastis. Jika dipikir-pikir, sejak kecil kita sudah terlalu sering mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan produk demikian. Sekarang baru masuk akal mengapa seringkali terjadi penyakit yang tiba-tiba datang, yang susah sembuh, dan yang tidak ada obatnya.

Akan tetapi apabila anda berpikir bahwa peralatan memasak dari bahan lain lebih aman, pikir lagi. Sebagai contoh, produk besi yang paling sering dipakai di dapur profesional paling cepat karatan meskipun tahan terhadap panas yang sangat tinggi. Produk yang terbuat dari kaca atau porselen seringkali mengandung timah hitam yang akan memberatkan fungsi ginjal. Produk aluminium yang sering dipakai restoran jalanan mengandung lead yang tinggi dan tidak tahan terhadap keasaman. Dan produk stainless steel murahan yang merupakan produk yang paling banyak dimiliki oleh setiap rumah tangga namun gampang korosi terutama apabila dipanaskan dengan elemen natrium/sodium (garam, baking soda, dll).

Sekarang mulai jelas bukan? Selain karena memang faktor pola makan yang tidak seimbang, kurangnya istirahat, faktor genetik dan lingkungan, ternyata faktor peralatan memasak menjadi faktor penting yang tidak kita sadari.

Lalu mungkin anda bertanya-tanya, lalu apa jenis peralatan memasak yang bisa dikatakan aman bagi kesehatan? Jawabannya adalah produk yang sudah lulus dari standar Food Grade dari FDA. Adapun Food Grade sendiri maksudnya adalah standar dari FDA (Food & Drugs Administration) yang menentukan apakah suatu produk memiliki batas yang aman terhadap unsur logam berat, plastik, maupun elemen kimiawi lainnya.

Pilihan saya pribadi sampai saat ini adalah peralatan memasak yang dilapisi lapisan titanium dengan kode 316Ti yang merupakan standar stainless steel yang paling tinggi. Memang harganya mahal, namun sifatnya tidak korosi, tidak beraksi terhadap asam/garam, dan aman bagi kesehatan. Titanium adalah jenis logam yang biasanya dipakai untuk transplantasi tulang manusia, sebagai bahan yang ringan namun kuat yang dipakai pada kacamata dan sepeda balap, dan yang dipakai sebagai adonan lapisan pesawat antariksa karena sifatnya yang tahan panas dan stabil. Produk inilah yang saya pakai di semua program TV yang saya kerjakan sampai saat ini.

Setelah anda mengetahui faktor peralatannya, sekarang tinggal masalah pola makan anda. Mana yang anda harus hindari dan mana yang anda harus konsumsi demi kesembuhan maupun kesehatan anda. Oleh karena itu saya akan memberikan tips singkat dari berbagai jenis penyakit yang paling umum ditemui di zaman moden ini beserta rekomendasi cara mengkonsumsinya. Untuk lebih jelasnya, anda bisa mendapatkan informasi yang lengkap di dalam buku saya, Healthy Express.

Ok, anda siap? Kita mulai…!!!

JERAWAT.

• Makanan yang sebaiknya dihindari adalah berbagai jenis sumber karbohidrat yang sudah diproses, makanan gorengan, dan makanan yang tinggi trans-fat seperti mentega, margarin, selai kacang, junk food, dll. Produk susu juga bisa memicu jerawat, terutama susu coklat karena mengandung kandungan hormon yang tinggi, jadi batasi penggunaannya.

• Makanan yang sebaiknya dimakan adalah makanan/suplemen tinggi zinc, vitamin A, selenium, vitamin E, dan chromium. Sebagai contoh, apabila anda suka makan seafood, sayuran berwarna cerah, ikan, biji-bijian, dan brewer’s yeast, maka anda sudah mendapatkan kandungan gizi yang diperlukan untuk mencegah maupun mengendalikan jerawat.

ALZHEIMER’S.

• Inilah jenis penyakit yang salah satunya bisa disebabkan karena keracunan radiasi dari aluminium & cadmium yang berasal dari peralatan memasak seperti panci dan aluminium foil. Jadi solusinya, hindarilah menggunakan peralatan tersebut.

• Makanan yang sebaiknya dimakan adalah makanan yang tinggi dengan omega-3 seperti Flaxseed, salmon, tuna, walnut, dll. Pola makan juga harus tinggi antioxidan yang didapatkan dari buah-buahan yang berwarna terang atau gelap, serta makanan yang mengandung kunyit karena kandungan curcumin di dalamnya dapat mencegah penyakit tersebut.

ASMA.

• Hindari apapun yang mengandung zat pengawet, pewarna, perasa, dan bahan kimiawi lainnya, khususnya makanan kemasan yang biasanya mengandung pengawet bernama tetrazine, benzoates, sulphur dioxide, dan sulphites.

• Dianjurkan untuk mengganti pola makan menjadi semi vegetarian, dengan masih mengkonsumsi ikan yang berdaging putih. Sayuran dan buah-buahan mengandung antioxidan yang tinggi yang dapat memperkuat imunitas dalam mencegah terjadinya asma maupun untuk merelekskan pembuluh darah di paru-paru.

KANKER.

• Selain karena faktor genetik, kanker juga dapat dipicu karena terpapar dengan radiasi maupun zat kimiawi dari makanan maupun lingkungan. Oleh karena itu dianjurkan untuk menghindari semua jenis makanan kemasan dan beralih ke hidup alamiah.

• Makanan yang dianjurkan adalah segala jenis makanan organik dan perubahan pola makan. Pola yang dijalankan adalah makan sering tapi dengan porsi kecil, banyak minum air alkaline (Ph tinggi), mengkonsumsi makanan berprotein tinggi namun rendah lemak jenuh, mengkonsumsi suplemen yang mengandung glutamien untuk meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi, dan rutin mengkonsumsi makanan tinggi anti-kanker seperti Flaxseed, kunyit, blueberries, oregano, dan kedelai.

HIPER-KORESTEROL.

• Selain karena faktor genetik, pola makan yang tinggi lemak jenuh, tinggi lemak trans, dan kurangnya olahraga dapat menyebabkan meningkatnya koresterol. Jadi hindarilah sumber hewani dan mulailah beralih kepada sumber nabati sebagai sumber penyeimbang koresterol.

• Jenis makanan yang dapat membantu menurunkan koresterol jahat (LDL) adalah zaitun, Flaxseed, buah-buahan. Sayuran, cabai, berbagai macam kacang seperti almond & walnut, berbagai macam biji-bijian dan gandum, alpukat, madu royal jelly, kunyit, susu kedelai, dan suplementasi niacin (vitamin B3).

DIABETES MELLITUS.

• Selain karena faktor genetik, diabates dapat dipicu oleh berbagai macam makanan yang tinggi karbohidrat sederhana, segala jenis makanan yang mengandung gluten, produk susu hewani, dan kurangnya aktivitas olahraga.

• Beberapa jenis makanan yang diketahui dapat membantu kinerja insulin adalah zaitun, kedelai, flaxseed, kacang-kacangan, pare, bawang putih, mangga, bawang bombay, berbagai jenis kacang, dan sayuran hijau. Konsumsilah juga makanan yang memiliki nilai Glycemic Index yang sedang dan rendah.

ASAM URAT.

• Makanan yang harus dihindari adalah berbagai jenis makanan yang tinggi Purine seperti anchovies, ikan yang kulitnya bercahaya, kaldu blok, makarel, extract daging, jeroan, makanan proses/awet, telur ikan, sardine, ragi, daging-dagingan, dan makanan tinggi lemak.

• Makanan yang dianjurkan adalah jenis makanan yang rendah Purine seperti zaitun, putih telur, buah-buahan, gandum, biji-bijian, susu, kacang, bayam, unggas, ikan, jamur, kacang-kacangan, dan secara khusus cherry dan seledri karena mengandung komponen 3-n-butylphthalide dan flavonoid yang dapat menghambat formasi asam urat.

HIPERTENSI.

• Makanan yang sebaiknya dihindari adalah berbagai jenis makana yang tinggi sodium seperti garam dapur, makanan ringan, makanan kalengan, ikan asin, makanan awet, roti, putih telur, kecap asin, saus tiram, saus botolan, dan jenis makanan/minuman lainnya yang mengandung kafein, tembakau, dan alkohol.

• Makanan yang sebaiknya ditingkatkan adalah berbagai makanan yang tinggi potassium seperti buah-buahan, labu, ubi, kentang, talas, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang, salmon, gandum, brokoli, dan sayuran.

Nah, sekarang anda mengerti khan? Jadi kemanapun anda pergi, baik itu di restoran bintang 5 maupun di restoran jalanan sekalipun, anda bisa memilih jenis-jenis kuliner yang “seharusnya” anda makan dan yang anda harus “hindari”. Memang tidak gampang, namun percayalah, kesehatan dan tubuh yang ideal jauh lebih menggoda apabila anda sendiri sudah merasakannya.

Sebagai seorang chef, saya selalu merekomendasikan bahwa kuliner terbaik masih tetap dipegang oleh masakan rumahan, karena dengan anda memasak sendiri di rumah, maka anda dapat memastikan bahwa apa yang anda masak tidak meracuni diri anda sendiri dan seluruh anggota keluarga anda.

Akhir kata, nikmatilah hidup ini, seimbangkan hidup anda, dan raihlah setiap tujuan hidup anda dengan pola makan yang benar. Be Inspired & Be An Inspiration…!!!