Nutrition Counselor

Alcoholism

Posted by & filed under

Semua orang pasti pernah mabuk di dalam kehidupannya, baik itu mabuk karena cinta, kekayaan, kekuasaan, maupun mabuk karena alkohol. Dikatakan mabuk bukan berarti anda harus sampai terhuyung-huyung, namun tanda-tanda seperti kulit wajah yang kemerahan, suhu tubuh yang meningkat, sampai kepada penurunan daya konsentrasi dan keseimbangan merupakan indikasi awal seseorang dikatakan mabuk. Lalu apa sebenarnya alkohol itu dan apakah alkohol berguna bagi kesehatan manusia?

 

Alkohol dikenal sebagai ethyl alcohol atau ethanol yang didapatkan dari berbagai macam minuman keras dan hasil fermentasi ragi, gula, dan sari pati karbohidrat. Alkohol sangat mempengaruhi sistem syaraf karena dengan cepat diserap di dalam lambung dan usus kecil menuju peredaran darah. Oleh karena organ hati manusia hanya bisa mencerna jumlah kecil dari alkohol, sisa alkohol yang tidak tercerna tersebut biasanya langsung disirkulasikan ke seluruh tubuh. Oleh karena itu efek alkohol bisa dirasakan langsung.

 

Meskipun efek alkohol dirasakan berbeda-beda oleh setiap individu, saya sarankan tidak dikonsumsi oleh wanita hamil dan individu yang sedang menjalani perawatan penyakit tertentu seperti penyakit jantung dan hipertensi. Bahkan keracunan alkohol bisa memicu peningkatan resiko terkena penyakit kanker, stroke, dan penyakit organ hati. Intinya adalah apabila anda tidak bisa berhenti untuk mengkonsumsi alkohol tersebut, maka anda sudah disebut sebagai pecandu alkohol dan berbagai masalah kesehatan sudah menunggu anda di depan.

 

Kalaupun harus dipilih, menurut saya jenis minuman beralkohol yang masih bermanfaat bagi kesehatan adalah tipe red wine, bir hitam, dan cooking wine. Red wine atau anggur merah mengandung tingkat resveratrol dan anthocyanins yang cukup tinggi yang berfungsi untuk melindungi kerusakan arteri, menekan tekanan darah tinggi dan melancarkan peredaran darah. Masalahnya, red wine biasanya ditambahkan zat pengawet dan tingkat alkoholnya sudah cukup untuk membuat seseorang mabuk berat. Bir hitam yang dibuat dari gandum jenis barley juga memiliki tingkat asam amino yang cukup tinggi ketimbang jenis minuman keras lainnya dan mengandung asam lemak yang membantu menurunkan koresterol. Namun kasus “beer belly” atau perut yang membengkak adalah dampak negatif yang paling lazim dari mengkonsumsi bir. Dan yang terakhir, jenis wine untuk memasak berguna sebab dapat menambah cita rasa pada masakan dan untuk menghilangkan sebagian alkoholnya cukup dibakar dengan api sewaktu memasak.

 

Jadi konsumsilah alkohol secara bijak karena menurut berbagai penelitian, alkohol juga berguna untuk merangsang pencernaan, menurunkan tekanan darah, dan menghangatkan tubuh. Itupun dalam jumlah kecil dan tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap harinya. Perlu diingat juga bahwa kalori alkohol cukup tinggi, yaitu 7 kalori per gramnya, jauh lebih tinggi daripada kalori yang terkandung protein dan karbohidrat (4 kalori per gramnya). Jenis spirit atau aperitif juga biasanya mengandung alkohol yang sangat tinggi (min 30%) daripada wine (min 16%). Jadi ingat, bukan alkoholnya yang buruk, namun kecanduan kitalah yang merusak. @chefedwinlau