Motivator

Mengapa Pria Berselingkuh?

Posted by

SELINGKUH = “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Itu kata dari seorang “nara sumber” saya setelah saya bertanya pada beberapa pria berumur 25-60 tahun. Pertanyaan saya kepada mereka sederhana, yaitu mengapa pria berselingkuh? Mengapa pria tidak berselingkuh. Dan apakah pria yang berselingkuh mengalami sakit jiwa? Dan secara mengejutkan jawaban mereka sangat beragam, namun memiliki pola pikir yang sama. Mayoritas menjawab alasan pria berselingkuh adalah karena sudah bosan/jenuh pada pasangan/istri mereka dan menginginkan “petualangan” yang baru untuk membangkitkan kembali dorongan adrenalin yang mereka pernah alami sebelumnya. Ada juga yang menjawab karena kualitas sex yang buruk dari pasangan, sakit hati yang terpendam karena masalah yang tidak terselesaikan, dan karena “aura” sensualitas pasangannya setelah menikah menurun drastis ketimbang masih muda dulu.

 

Lalu sewaktu saya bertanya mengapa mereka tidak berselingkuh, rata-rata menjawab karena rasa kasihan pada pasangannya dan karena memang masih cinta. Ternyata dengan bertambahnya usia, pria sebenarnya diberikan pilihan alamiah antara untuk dapat memperbesar kapasitas kematangan dirinya sebagai seorang pria sejati atau bahkan tetap menjadi lelaki dewasa dengan jiwa anak muda. Inilah yang membedakan antara pria yang “hanya” berselingkuh di dalam pikiran dan hatinya saja dengan tipe pria yang berselingkuh sampai kepada berhubungan seksual dengan pasangan selingkuhannya.

 

Yang mengejutkan saya adalah mayoritas pria yang saya tanyai sepakat bahwa pria yang berselingkuh tidak sakit jiwa. “We are born animal”, begitu kata salah satu nara sumber saya, meskipun pria tersebut adalah tipe pria berkeluarga yang mapan dengan intelektual yang tinggi. Bagi mereka selama tidak ketahuan, perselingkuhan “sah-sah” saja, bahkan diperlukan di jaman modern ini sebagai bumbu pernikahan.

 

Bagi saya pribadi, perselingkuhan adalah masalah, bukan solusi dan orang yang berselingkuh tidak sehat secara kejiwaan dan spiritual. Bagaimana tidak, saya yakin agama yang benar pasti tidak mengajarkan perselingkuhan dan orang yang berselingkuh pasti tidak memiliki pengendalian diri. Perselingkuhan ibarat jebakan maut yang nikmat yang hanya akan menggoda siapapun untuk melakukannya lagi dan lagi dan lagi, benar bukan?

 

Lalu pertanyaannya adalah apakah wanita merasa bahwa diri mereka adalah korban atau justru pemicu dari perselingkuhan tersebut? Karena pada saat saya bertanya pada beberapa wanita, jawaban mereka mayoritas selalu menyalahkan pihak pria sebagai “lelaki bejat” apabila berselingkuh dan kosakata sex tidak pernah terucap dari mulut mereka sebagai suatu hal yang penting. Jadi intinya adalah ada komplikasi kepentingan dan komunikasi diantara pria dan wanita. Pasangan yang mampu menemukan keseimbangannya pasti tidak berselingkuh.

 

Jadi perkuatlah kerohanian dan kejiwaan anda sebagai perisai pribadi dari perselingkuhan. Cintai pasangan anda, hormati dia, dan setialah sampai mati karena cinta sejati itu pasti berkorban. @chefedwinlau